Jumat, 16 Maret 2012

Pengaruh Globalisasi terhadap akhlak atau perilaku pelajar


Pengaruh Globalisasi Terhadap
Akhlak atau Perilaku Pelajar.
GLOBALISASI

M A K A L A H

Dianjurkan sebagai :
Naskah tugas terakhir semester genap mata pelajaran
Pendidikan Kewarga Negaraan

Oleh :
M. Taufan Pramono
Kelas XII IPA II




 







Sekolah Menengah Atas Negeri 1
Kota Tidore Kepulauan
Lembar Pengesahan

Makalah Ini Telah di seujui oleh guru biang studi Pendidikan Kewarga Negaraan


                                                                                                   Tidore, 17 Maret 2012 M

Guru Bidang Studi
Pendidikan Kewarga Negaraan




Nurlailah Kasim S.Pd
NIP : 19760214 200501 2 018












ABSTRAK

Kajian dalam penulisan ini membahas dan membuktikan bahwa media-media yang terdapat dalam globalisai sangat berdampak negative pada perilaku, mental, sikap dan akhlak para pelajar pada zaman ini. Walaupun berdampak buruk, globalisasi juga berdampak positif, yaitu penyesuaian individu pada perkembangan zaman, pengambilan informasi, komunikasi adalah salah saru dampak positif yang berada pada zaman Globalisasi ini.
Makalah ini disajikan dalam bentuk deskriptf yakni meneliti data dari sumber denggan masalah yang dibahas, baik data tersebut berada di perpustakaan maupun tulisan-tuliasn buku. Adapun sumber yan dibutuhkan adalah sumber data primer dan data sekunder, serta buku-bukudan tulisan-tulisan yang dianggap memiliki relevansinya dengan masalah yang dibahas.











KATA PENGANTAR
Puji syukur Alhamdulillah penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas ‘nayah dan hidayah-nya yang telah deberikan, sehingga peulis dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat dan salam penulis kirimkan buat baginda rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan para pengikutnya sekalian .
Makalah ini disusun sebagai naskah tugas akhir Pendidikan Kewarga Negaraan dalam perjalanan penulis menempuh studi di SMA N 1 Kota Tidore Kepulauan. Yang selama dua tahun menjadi sahabat dan mengisi bagian dari perjalanan hidup penulis yang tak terlupakan. Walaupun dengan susah payah akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah ini.
Penulis sadari bahwa perjuangan penulis dalam pembuatan makalah ini bukan hanya usaha penulis saja, tetapi banyak dukungan dari berbaiagi pihak baik moril maupun spiritual yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Oleh karena itu, penulis menyampaikan banyak terima kasih yang setulusnya dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung demi menunjang kegiatan akademik penils selama ini terutama kepada yang terhormat :
1.      Ibu Nurlailah kasim S.Pd yang telah memberkan spirit dan pengetahuan yang luar biasa. Pendampingan, Orang tua luar biasa penulis ketika diluar sekolah.
2.      Bapak Ahmad Lahi, yang telah membimbing dan memberika support yang luar biasa arahan demi kami.
3.      Teman-teman AFC yang selalu mendukung, saran krtitik penulis ucapkan terima kasih karena dengan keritikan itulah insya Allah makalah ini Menjadi Sempurna.
4.      Orang Tua Tercinta Terutama Mama, yang selalu disampingku saat ku membutuhkan, yang selalu memberikan bantuan moril dan psikis. Penyemangatku saat putus asa. Ayah, Motivator terkeras dalam perjalanan hidup dan pembuatan tugas ini




5.      Dan Dinda IPM, terimakasih atas informasinya lewat Blognya.
6.      Dan adik Tersayang Istiqamah Pramono yang telah memberikan support yang cukup besar, terimakasih.
Penulis juga sadari bahawa tulisan ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu krtitik maupun saran adalah sesuatu yang penting bagi keberlanjutan dan penyempurnaan karya tulis ilmiah ini.
Semoga karya tulis ilmiah ini dapat bermanfaat dan menjadi referensi yang baik bagi kita semua. Amiin.

Tidore, 15 Maret 2012
Penyusun,



Mohammad Taufan Pramono












BAB I
PENDAHULUAN
1.1          LATAR BELAKANG
Globalisasi adalah suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu. Kehadiran teknologi informasi dan teknologi komunikasi mempercepat akselerasi proses globalisasi ini. Globalisasi menyentuh seluruh aspek penting kehidupan. Globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab, dipecahkan dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan.
Globalisasi sendiri merupakan sebuah istilah yang muncul sekitar dua puluh tahun yang lalu, dan mulai begitu populer sebagai ideologi baru sekitar lima atau sepuluh tahun terakhir. Sebagai istilah, globalisasi begitu mudah diterima atau dikenal masyarakat seluruh dunia. Wacana globalisasi sebagai sebuah proses ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga ia mampu mengubah dunia secara mendasar. Globalisasi sering diperbincangkan oleh banyak orang, mulai dari para pakar ekonomi, sampai penjual iklan. Dalam kata globalisasi tersebut mengandung suatu pengetian akan hilangnya satu situasi dimana berbagai pergerakan barang dan jasa antar negara diseluruh dunia dapat bergerak bebas dan terbuka dalam perdagangan. Dan dengan terbukanya satu negara terhadap negara lain, yang masuk bukan hanya barang dan jasa, tetapi juga teknologi, pola konsumsi, pendidikan, nilai budaya dan lain-lain.
Konsep akan globalisasi menurut Robertson (1992), mengacu pada penyempitan dunia secara insentif dan peningkatan kesadaran kita akan dunia, yaitu semakin meningkatnya koneksi global dan pemahaman kita akan koneksi tersebut. Di sini penyempitan dunia dapat dipahami dalam konteks institusi modernitas dan intensifikasi kesadaran dunia dapat dipersepsikan refleksif dengan lebih baik secara budaya.
 Globalisasi memiliki banyak penafsiran dari berbagai sudut pandang. Sebagian orang menafsirkan globalisasi sebagai proses pengecilan dunia atau menjadikan dunia sebagaimana layaknya sebuah perkampungan kecil. Sebagian lainnya menyebutkan bahwa globalisasi adalah upaya penyatuan masyarakat dunia dari sisi gaya hidup, orientasi, dan budaya. Pengertian lain dari globalisasi seperti yang dikatakan oleh Barker (2004) adalah bahwa globalisasi merupakan koneksi global ekonomi, sosial, budaya dan politik yang semakin mengarah ke berbagai arah di seluruh penjuru dunia dan merasuk ke dalam kesadaran kita.
Produksi global atas produk lokal dan lokalisasi produk global Globalisasi adalah proses dimana berbagai peristiwa, keputusan dan kegiatan di belahan dunia yang satu dapat membawa konsekuensi penting bagi berbagai individu dan masyarakat di belahan dunia yang lain.(A.G. Mc.Grew, 1992).
 Proses perkembangan globalisasi pada awalnya ditandai kemajuan bidang teknologi informasi dan komunikasi. Bidang tersebut merupakan penggerak globalisasi. Dari kemajuan bidang ini kemudian mempengaruhi sektor-sektor lain dalam kehidupan, seperti bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan lain-lain. Contoh sederhana dengan teknologi internet, parabola dan TV, orang di belahan bumi manapun akan dapat mengakses berita dari belahan dunia yang lain secara cepat. Hal ini akan terjadi interaksi antar masyarakat dunia secara luas, yang akhirnya akan saling mempengaruhi satu sama lain, terutama pada Pelajar dalam kehidupan sehari-hari, seperti budaya berpakaian, gaya rambut dan sebagainya.





2.1          RUMUSAN MASALAH
Untuk menfokuskan permasalahan dan mempermudah pembahsan objek kajian yang akan dilakukan, makan pembatasan masalah dirumuskan sebagai berikut :
1.      Apa itu Akhlak atau Perilaku ?
2.      Apa dampak globalisasi terhadap Akhlak atau Perilaku Pelajar ?
3.      Bagaimana cara untuk mengurangi dampak negatif globalisasi terhadap Akhlak atau Perilaku pelajar ?
3.1          MANFAAT
Manfaat penulisan ini yaitu :
1.      Bagi penulis : dapat mengetahui dampak gobalisasi, baik positif dan negatifnya. Dan dapat membedakan mana yang baik dan buruk dalam era globalisasi saat ini.
2.      bagi guru : dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk mengevaluasian hasil pengajaran. Meyakinkan siswa negatifnya globalisasi dalam kehidupan sehari-hari, secara otomatis akan terbentuk akahlak atau perilaku yang baik.
3.      Bagi Siswa : dapat membedakan mana negatifnya globalisasi dan dampaknya. Serta realisasi atau aplikasi positifnya globalisasi terhadap kehidupan sehari-hari.
4.      Bagi sekolah : menjadi bahan pertimbangan untuk memberikan sosialisai pembenaran kepada siswa, dalam rangka pembentukan Akhlak  atau Perilaku siswa.
5.      Bagi masyarakat : sebagai bahan informasi mengenai dampak negative dan positifnya Globalisasi dan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk mengukur keberhasilan yang dicapai oleh suatu lembaga pendidikan dalam mensosialisasikan dampak negatifnya globalisasi terhadap awak lembaganya.




BAB II
LANDASAN TEORI

Dalam bab ini akan di uraikan beberapa teori sebagai dasar pemikiran untuk mengambangkan masalah  yang berkaitan dengan judul makalah. Dari landasan teori ini, akan memberikan gambaran serta langkah-langkah yang ditempuh untuk mengadakan penulisan. Selain sebagai dasar untuk membenarkan sebuah teori, langkah ini juga dijadikan sebagi bahan pembenaran.

A.    PENGERTIAN AKHLAK ATAU PERILAKU
Perilaku atau Akhlak merupakan tingkah laku atau tanggapan seorang terhadap lingkungan, sifat-sifaat kejiawaan,akhlak atau budi pekerti yang menjadi ciri khas seorang. [1] secara etimologi akhlak berasal dari kata khalaqa yang berarti mencipta, membuat, atau menjadikan. Akhlak adalah kata yang berbentuk mufrad, jamaknya adalah khuluqun, yang berarti perangkai, tabiat, adat atau khalakun yang berarti kejadian, buatan, ciptaan. Jadi akhlak (perilaku) adalah perangkai tabiat  atau sistim perilaku yang dibuat manusia, bisa baik atau buruk tergantung kepada tata nilai yang dipakai sebgai landasan, meskipun secara sosiologis di Indonesia kata akahlak sudah menjadi konotasi baik sehingga orang berakhlak berarti orang yang berperilaku baik. Jadi, Akhlak atau perilaku adalah hal ikhwal yang melekat jiwa, dari pada timbul perbuatan-perbuatan yang mudah tanpa dipikirkan dan diteliti manusia. Baik kata akhlak atau khuluk kedua-duanya dapat dijumpai dalam Al-Qur’an sebagagai berikut :

Artinya : “Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar Berbudi pekerti yang agung (Q.S Al-Qalam, 68 : 4)”[2]


Sedangkan menurut pendekatan terminalogi, berikut ini beberapa pakar yang mengemukakan pengetian Akhlak atau perilaku sebagai berikut :

1.      Ibnu Miskawih
Bahwa akhlak atau perilaku adalah keadaan jiwa seorang yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan-perbuatan tanpa melalui pertimbangan pikiran terlebih dahulu.[3]
2.      Imam Al-Ghazali
Bahwa akhlak atau perilaku adalah suatu sikap yang mengakar yang darinya lahir sebagai perbuatan yang mudah dan gampang, tanpa perlu kepada pikiran dan pertimbangan. Jika sikap itu yang darinya lahir perbuatan yang baik atau terpuji, baik dari segi akal syara, maka ia disebut akhlak yang baik. Dan jika dia lahir darinya perbuatan tercel, maka sikap tersebut disebut akhlak buruk. [4]
3.      Ahmad Amin
Sementara orang mengetahui bahwa yang disebut akhlak atau perilaku yaitu kehendak yang dibiasakan. Artinya, kehendak itu bisa membiasakan sesuatu, kebiasaan itu dinamakn akahlak atau perilaku. Menurut kehendak ialah ketentuan dari beberapa keinginan manusia setelah imbang, sedang kebiasaan merupaka perbuatan yang diulang-ulang sehingga mudah melakukannya, masing-masing dari kehendak dan kebiasaan ini mempunyai kekuatan lebih besar, kekuatan inilah yang bernama akhlak.

Jika diperhatikan dengan seksama, tampak bahwa sleuruh defenisi aklak sebagai mana tersebut di atas tidak ada yang saling bertentangan, melainkan saling melengkapi, yaitu sifat yang tertanam kuat dalam jiwa yang Nampak dalam perbuatan lahiriah yang dilakukan dengan mudah, tanpa memerlukan pemikiran lagi yang tertanam sudah menjadi kebiasaan.

Jika dikaitkan dengan kata islami, maka akan berbentuk akhlak islami, secra sederhana akhlak islam diartikan sebagai akhlak yang berdasarkan ajaran islam atau akhlak yang bersifat islami. Dengan demikian akhlak islami adalah perbuatan yang dilakukan dengan mudah, disengaja, mendarah daging dan sebenarnya berdasarkan pada ajaran islam. Dilihat dari segi sifatnya yang unifersal, maka akhlak islami juga bersifat unifersal.

Dari defenisi di atas dapat ditarik kesumpulan bahwa dalam menjabarkan akhlak atau perilaku unifersal de perlukan bantuan pikiran akal manusia dan kesempatan social, yang terkandung dalam ajaran etika dan moral. Menghormati kedua orang tua misalnya, dalah akhlak yang bersifat mutlak dan universal di kalangan pelajar sebagai seorang yang terpelajar. Sedangkan bagaimana bentuk dan cara menghormati orang tua itu dapat dimanifestasikan oleh hasil pemikiran manusia.   

Jadi, akhlak islam bersifat mengarahkan, membimbing, mendorong, membangun peradaban manusia dan mengobati penyakit social pada zaman era globalisasi seperti ini. Serta tujuan berakhlak yang baik untuk mendapatkan kebaikan. Dengan demikian akhlak islami lebih baik dari akhlak lainnya.











B.     DAMPAK GLOBALISASI TERHADAP AKHLAK ATAU PERILAKU PELAJAR

Globalisasi adalah sebuah fakta kehidupan yang tidak dapat kita hindari lagi. Surat kabar dan media elektronik setiap hari memberikan tentang berbagai hal, seperti sinetron yang ditonton, berita atau informasi, filem, entertaiment, cerita  dan lain sebagainya.
 Kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi ini, tidak diragukan lagi, telah menimbulkan revolusi dalam kehidupan manusia pada abad modern ini. Hampir tidak ada bidang kehidupan manusia yang luput dari jangkauan kemajuan tersebut. Dalam bidang komunikasi massa-baik media massa, media cetak maupun elektronik.[5] Namun media-media tersebut sangatlah berdampak pada akhlak atau Perilaku Pelajar, jika tidak difilterisasi dengan baik Ada beberapa media yang dapat berdampak buruk pada perilaku Pelajar :
1.      Media Monster Bermata Satu atau Televisi
Di Negara kita, televisi pertama kali diperkenalkan kepada umum pada tahun 1962. Televisi pada waktu itu di tana air kita menjadi milik sebagian anggota kecil keluarga atau masyarakat dan merupakan barang mewah yang sangat diimpikan. Didalam televisi banyak hal yang di tampilkan baik hal yang berupa informasi, hiburan, infotaitment dan lain-lain. Tapi sebenarnya, tanpa disadari kita telah terjebak dalam suatu bahaya yang ditimbulkannya. Sebelum adanya televisi ke rumah-rumah, kita bisa menikmati waktu senggang sepuasnya. Menikmati kesenangan yang berdinamika dan berbudaya, rekreasi keluar rumah, mengunjungi tetangga, ke pantai, berolah raga,  bercumbu dengan alam. Dan saat ini, kesempatan – untuk menyadari hakekat alam itu telah berlalu. Sedikit demi sedikit, hak kita untuk menikamti realitas alam itu telah digerogoti oleh televisi. Di luar kesadaran, kita telah mengingatkan diri kepada acara-acara televisi. Kita menjadi lebih senag duduk berjam-jam di depan televisi dari pada ke luar rumah. begitu pula pekerjaan rumah menjadi terlalaikan karena ke asyikan meonoton “Si Monster Bermata Satu” ini. [6]


Kerusakan moral Pelajar, akibat menonton acara sebenarnya belum pantas untuk disaksikan. Acara untuk pelajar biasanya disuguhkan pada sore hari. Tapi control orang tua yang kurang akurat membiarkan anaknya sebagai Pelajar menonton sampai larut malam. Tontonan yang disuguhkan baik dari segi cerita maupun tema tidak sesuai dengan Pelajar. Mereka hanya menyimak adegan-adegan menyeramkan, menakutkan, merangsang, secara psikologis tidak baik untuk sikap dan akhlak. [7]

Dari contoh di atas kita lihat televisi telah mempu merusak akhlak menghentikan kegiatan dan aktivitas manusia yang mestinya tetap jalan. Dan ini tidak akan kita sadari. Dengan kebiasaan duduk dan berkhayal didepan televisi timbulah perilaku atau akhlak, mental pasif, malas, berat mengerjakan ini dan itu. Segalanya ingin serba gampang seperti yang disajikan filem-filem di layar televisi. Menjadi penonton untuk orang bekerja ketimbang kita yang melakukan. Ini menjadi lebih buruk apabila pihak penyelenggara riaran televisi tidak menyadari hal ini, dengan tetap menyiarkan acara-acara yang dapat menambah subur mental dan akhlak semacam diatas.[8]

2.      Media Cetak
Adalah salah satu alat komunikasi massa yang diterbitkan dalam bentuk cetakan seperti Koran, majalah dll.[9] Dewasa ini, penggunaan media sebagai salah satu sarana dalam memberikan informasi kepada masyarakat luas semakin meningkat. Perkembangan  media cetak memberikan kesempatan yang sangat luas besar bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi mengenai suatu produk atau perusahaan. Dengan perkembangbiakan media yang sangat pesat sekarang ini, sangat sulit untuk berkomunikasi dengan konsumen yang terpecah (Alif,2008,Hal 42). Media cetak sangatlah berpengaruh dalam  pembentukan karakter seorang pelajar, baik buruknya Tergantung media cetak apa yang dikonsumsi.
Dalam membaca media cetak akhlak atau perilaku soerang pelajar akan menjadi baik jika media cetak yang dibaca adalah media cetak yang positif. media positif yang dimaksud adalah media cetak pembelajaran yang menambah wawasan dan memiliki manfaat seperti menambah informasi, pengetahuan dll,  dalam interaksi seorang pelajar terhadap lingkungan sekitarnya. Namun dalam positifnya media cetak memiliki beberapa hal negative, contohnya media cetak porno yang dikemas halus dalam media cetak entertaintment yang sering di konsumsi oleh para pelajar, hal ini sangat berpengarauh terhadap keperibadian pelajar, dan penilaian karakter seorang pelajar. Dampaknya :
a)       Merubah kepribadian secara drastic,penantang, pemarah dan pelawan.
b)       Masa bodoh terhadap dirinya, semangat belajar menurun, berperangai seperti orang gila.
c)       Kejahatan sexual menjadi menkuak termasuk anak-anak dibawah umur.
d)       Hilangnya norma-norma hidup beradat, beragama, dan melecehkan norma hukum.
e)       Berperilaku menjadi penyiksa, putus asa, pemalas.
f)        Tidak mempunyai harapan masa depan.
g)       Kesukaan mengambil (mencuri), milik orang lain.
h)       Berbuat mesum.
i)         Mengganggu ketertiban umum.
j)        Tidak ada penyesalan berbuat kesalahan
jika diperhatikan dan decerna dengan baik, tampak bahwa media masa di era globalisasi ini sangat merusak moral dan akhlak para pelajar. Kalau di presentase 80 % media massa lebih memberikan ke hal negative dan 20 % lebih ke hal positif. Media televisi yang membentuk karakteristik seorang pelajar yang malas,, media cetak yang membentuk akhlak dan sikap Pelajar yang tidak berkharisma kepribadian.
Jadi, dominannya massa era globalisasi saat ini adalah pada pembentukan karakter buruk pada Para pelajar.  
C.    MENGURANGI DAMPAK NEGATIF GLOBALISASI TERHADAP AKHLAK ATAU PERILAKU PELAJAR.

1.      Membentuk generasi masa depan, mestilah diyakinkan bahwa Generasi muda akan menjadi aktor utama dalam pentas kesejagatan . Karena itu, generasi muda (Pelajar) harus dibina dengan budaya yang kuat berintikan nilai-nilai dinamik yang relevan dengan realiti kemajuan di era globalisasi. Generasi masa depan (era globalisasi) yang diminta lahir dengan :
a. Budaya luhur
b. Kreatif dan dinamik,
c. Memiliki utilitarian ilmu berasaskanepistemologi Islam yang jelas,
d. (world view) yang integratik dan sifatnya (bermanfaat untuk semua, terbuka dan tran sparan).
2.      Perkembangan kedepan banyak ditentukan oleh peranan remaja sebagai generasi penerus dan pewaris dengan kepemilikan ruang interaksi yang jelas untuk menjadi agen sosialisasi guna menggerakkan kelanjutan survival kehidupan kedepan.
3.      kita memerlukan generasi yang handal, dengan beberapa sikap: Daya kreatif dan innovatif, dipadukan dengan kerja sama berdisiplin, kritis dan dinamis, memiliki vitalitas tinggi. Tidak mudah terbawa arus, sanggup menghadapi realita baru  dierakesejagatan.







4.      Memahami nilai-nilai budaya luhur, siap bersaing dalam knowledge based society, punya jati diri yang jelas, hakekatnya adalah generasi yang menjaga destiny, individu yang berakhlak berpegang pada nilai-nilai mulia iman dan taqwa Motivasi yang bergantung kepada Tuhan, yang patuh dan taat beragama akan berkembang secara pasti menjadi agen perubahan. Memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agama sebagai kekuatan spritual, yang memberikan motivasi emansipatoris dalam mewujudkan sebuah kemajuan fisik-material, tanpa harus mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan.
5.      Generasi kedepan wajib digiring menjadi taat hukum. Upaya ini dapat dilakukan dengan cara : Memulai dari lembaga keluarga dan rumah tangga, memperkokoh peran orang tua, ibu bapak. Fungsionalisasi peranan ninik mamak dan unsur masyarakat secara efektif. Memperkaya warisan budaya dengan setia mengikuti dan mempertahankan, bertumpu kepada cita rasa patah tumbuh hilang berganti
 Menanamkan aqidah shahih (tauhid) akhlak atau perilaku, dan istiqamah pada agama yang dianaut. Menularkan ilmu pengetahuan yang segar dengan tradisi luhur. Apabila sains dipisah dari aqidah syariah danakhlaq akan melahirkan saintis tak bermoral agama, konsekwensinya ilmu banyak dengan sedikit kepedulian.  Menanamkan kesadaran tanggung jawab terhadap hak dan kewajiban asasi individu secara amanah, penyayang dan adil dalam memelihara hubungan harmonis dengan alam.
6.      Teguh politik, kukuh ekonomi. Melazimkan musyawarah dengan disiplin. Bijak memilih prioritas pada yang hak sebagai nilai puncak budaya Islam yang benar. Sesuatu akan selalu indah selama benar.





BAB III
METODOLOGI PENGUMPULAN DATA

4.1  Tekhnik pengumpulan data
Dalam penulisan kali ini penulis menggunakan tekhnik pengumpulan data sebagai berikut :

Metode Telaah Pustaka : yang dimaksud yaitu menelaah berbagai literatur sebagai sumber acuan.






















[1] Kamus Bahasa Indonesia (Jakarta : Reality Publisher) hal 337 dan 511
[2] Al-Qur’an dan Terjemah,departemen Agama Republik Indonesia, (Jakarta : CV Toha Putra)
[3] Zhruddin AR, h.1
[4] H. Moh. Ardani, Akhlak Tasawuf, (PT. Mitra Cahaya Utama, 2005), Cet ke-2,
[5] Azra. Azyumardi, Pendidikan dan Agama Akhlak (Ciputat : PT. Logos Wacana Ilmu, 2001),  hal 91
[6] ibid. h.93
[7] Ibid. hal, 96
[8] Ibid. hal,94
[9] Kamus Bahasa Indonesia (Jakarta : Reality Publisher) hal 441